BARANGKALI
February 3rd, 2008 by phsechosungai dan nyanyian bulir pasir
February 3rd, 2008 by phsechohutan adalah masa kecil kita yang teduh
menyimpan sungai dan nyanyian bulir-bulir pasir
dulu batasnya begitu dekat dengan pintu dapur
dan setiap magrib diulurkannya lengan-lengannya mengetuk jendela
.
ah, sungai dan nyanyian bulir-bulir pasir
hutan pernah menyimpan sajaknya juga di kaki-kaki kecil kita
dan kita masuk sampai jauh. meninggalkan jalan setapak yang meliuk
siapa pula bisa menyangkal rayuan ungu kembang dudukan
kenes lentik kelopaknya memikat kita menyelami palung rimba
.
lalu sampai kita ke sungai
tempat mambang dan peri menyembunyikan diri
.
betapa suka kita tertawa
menceburkan tubuh-tubuh telanjang kita pada gericik dingin itu
dan bau lumut begitu tebalnya
dan jerit kita begitu riuhnya
.
.
HALTE
January 26th, 2008 by phsechokau dan aku dan berpasangpasang mata tertutup kabut
cuma boleh singgah dan bersicepat pergi lagi
.
tak ada yang mau menunggu
tak ada yang bisa ditunggu
.
meski kita tahu kita akan kembali ke sini
berkali-kali lagi
.
untuk sekadar singgah
dan hanya singgah
.
.
SWEET SUICIDE
January 19th, 2008 by phsechoit was a sweet suicide
and I’m here now
it was a wonderful suicide
and I’m here now
.
I do remember the blood
dark cherry splatter all over
I do remember the song
unsent poetry from a distant lover
.
it was a sweet suicide
and I’m here now
it was a wonderful suicide
and I’m here now
.
being dead isn’t too bad
just another beginning for another mistake
but no more pain you can add
you just wanted to sleep and to never awake
.
it was a sweet suicide
and I’m here now
it was a wonderful suicide
and I’m here now
NO BLUES TODAY
December 31st, 2007 by phsechoshe said, no blues today
then se wept her tears away
she said, no blues today
then she took her heart to the highway
.
we don’t grow up by age
but the doors within made us one
the way they opened, the way they closed
.
things aren’t always in their right place
and silence is a cold blooded killer
when a laughter could be a knife that slice you deep
.
she said, no blues today
then se wept her tears away
she said, no blues today
then she took her heart to the highway
.
there is always a kid inside everyone of us
playing an innocent game of joy
we’ve killed the kid again and again, but never enaugh
.
living’s so easy until we found
how weird a life could be
and the kid is taking the game again
.
REDALAH REDA
December 23rd, 2007 by phsechoseperti hembus angin di dedaunan
seperti tangis lirih di kejauhan
perlahan sungguh perlahan
kita akan saling melupakan
.
tak ada lagi jejak yang mesti di baca
tak ada lagi rindu dititipkan senja
perlahan sungguh perlahan
kita akan saling melupakan
.
redalah,
jangan lagi air mata
redalah,
jangan lagi luka menyisa
redalah,
cukupkan tangis untuk cinta
redalah,
reda
.
gerimis akan reda purnama terbit sempurna
aku dan kau harus melangkah juga
perlahan sungguh perlahan
kita akan saling melupakan
.
.
Jakarta, 13 Desember 2007
ICARUS
November 26th, 2007 by phsechomahagni
September 29th, 2007 by phsechoMEDITASISEMESTA
September 29th, 2007 by phsechoO, engkau yang meraung dan lima kekuatan di belakang segala
aku persembahkan segala wewangian segala bunga
aku tunduk pada mata yang bercahaya dan gemerlap di sekelilingnya
aku persembahkan segala wewangian segala bunga
aku tunduk pada para penjaga arah penjaga penjuru
aku persembahkan segala wewangian segala bunga
aku tunduk pada yang maha gelap dan terang di belakangnya
aku persembahkan segala wewangian segala bunga
aku tunduk pada pengetahuan di kiriku
aku tunduk pada pemberi pengetahuan dikananku
aku tunduk pada sumber pengetahuan di pusat segalaku
aku tunduk pada yang maha mengetahui
dalam namamu yang asing
dalam namamu yang perkasa
dalam namamu yang maha gelap
O, engkau yang meraung
menjelma
menjelma
menjelma!!



