Archive for August, 2006

MUSIM ANJING

Saturday, August 12th, 2006

ah, taik! padahal sudah sesempit ini dunia, sudah sesesak ini tapi masih aja ada cukup ruang untuk anjing-anjing berebut bangkai, berebut saling gigit, berebut menggigit unuk menjadikan bangkai-bangkai. anjing-anjing buduk yang sama tiap tahunnya. anjing-anjing di medan-medan perang yang membunuhi anak-anak kecil, anjing-anjing di belakang mimbar-mimbar yang berleleran mulutnya penuh air tai karena terlalu bersemangat menjual tuhan, anjing-anjing dalam seragam, anjing-anjing yang mengatasnamakan seni membunuh seni, anjing-anjing yang mencakar-cakar tiap tahun ajaran baru, anjing-anjing sok tahu, anjing-anjing mengaku pelindung, anjing-anjing mengaku sahabat, anjiiiiiiiiing!! 

.

aaaaaahh, ngepeeeeet!! ngehe sama kalian, anjing! jangan lengah suatu saat akan kami jadikan kalian tongseng dan kami santap panas-panas dengan sambal dan perasan jeruk nipis, hahahahaha

.

taik lo!! anjing!

Kepada Para Pemuja

Wednesday, August 9th, 2006

dan setelah kita sucikan hati

kembali kita cuci tangan-tangan kita

dengan darah

.

semoga surga benar-benar ada

karena neraka sungguh begitu nyata

, di sini,

di bumi

.

.

aku, vladimir dan estragon

Thursday, August 3rd, 2006

dari tadi melototin monitor, rencananya hari ini pengen nulis, numpahin sampah-sampah busuk di dada dan di otak sekalian sama ulet-uletnya. tapi sampe pantat kesemutan dan mata gatel-gatel belum juga ada ide muncul, bahkan untuk kalimat pembukanya masih bingung mau mulai dari mana. sambil nunggu ide, habis juga rokok setengah bungkus dan kopi sekarang sudah tinggal ampasnya di cangkir gede. .

sekarang ide udah ada kayanya, tinggal nunggu mood naik lagi biar bisa nulis dengan lancar, soalnya nulis juga butuh mood bagus, kalo nulis trus moodnya lagi jelek bisa-bisa yang keluar cuma caci-maki. hasilnya ngga akan bagus. …………..nunggu lagi.

.

tapi apa ya tiap mau nulis harus nunggu ide dulu? trus kalo sudah dapet ide, apa ya haru nunggu mood lagi? kalo mood udah ada nunggu apa lagi? trus kalo udah mulai nulis.. nunggu selesai. nunggu..nunggu…nunggu….bangsat!

.

kadang-kadang gw pengen juga ketemu, duduk, ngobrol, ngopi sambil ngerokok sama valadimir dan estragon. ngobrol sambil nunggu. pasti jadi lebih seru kalo nunggu bareng orang-orang yang sama-sama nunggu, entah itu nungguin hal yang sama atau ngga. pokoknya sama-sama nunggu. nunggu mau pergi, nunggu mau pulang, nunggu sore, nunggu jam istirahat, nunggu gajian, nunggu ujian, nunggu lulus, nunggu makan siang, nunggu ke gereja, nunggu solat, nunggu kawin, nunggu mati, apalah.

.

ah, bareng-bareng atau sendirian kita toh tetep harus nunggu juga kan? tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, kita sepertinya udah disetting untuk hidup dalam konstruksi repetitif menunggu. apa sih akhirnya yang kita tunggu? atau apa sih yang harusnya kita tunggu? segalanya? atau malah sebenarnya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa? hayoooo siapa bisa jawab?

.

tapi kalo ngga nunggu, ngapain dong? kalo ngga nunggu ya, ngga ngapa-ngapain. gua nulis ini juga dari pada ngga ngapa-ngapain, nunggu mata ngantuk, trus tidur. trus lo kenapa buka-buka blog ini? apa yang lo tungguin abis ini? trus besok? besoknya lagi? besoknya lagi? hehehe, mampus!!

.

bisa ngga lo menghindar dari kewajiban menunggu? hah! kalo lo bilang bisa, itu BOHONG BESAR. ok kalo lo bisa menghindar dari menunggu satu hal, lo akan ditunggu hal lain untuk lo tunggu. menunggu adalah kekuatan maha dahsyat yang ada di hidup lo dan ngga akan pernah bisa lo hindari. dia ngga akan peduli seberapa kuat lo nunggu, seberapa males lo nunggu, seberapa muak lo nunggu. nunggu akan terus ada dan ada dan ada lagi dalam hidup lo.

.

tuhan nungguin apaan ya? (-dia lagi nongkrong nungguin lo bikin dosa baru, trus sekalinya lo bikin dosa, dia nyengir "gatcha!!" hahaha-) tuhan dan aku saling menunggu. itu kalo bener tuhan nungguin gw. gw juga hidup mo ngapain lagi kalo ngga nungguin ketemu dia? (hehehe… gaya banget, nungguin tuhan!! hahaha!!)

.

"What are we doing here, that is the question. And we are blessed in this, that we happen to know the answer. Yes, in this immense confusion one thing alone is clear. We are waiting for Godot to come-" (Beckett, 51)

.

nah, kayanya mood gw buat nulis udah ada, nih. tunggu bentar, ya, gw mau nulis dulu. selamat menunggu.

.

Vladimir: Well, shall we go?

Estragon: Yes, let’s go.

They do not move. . .

di tanah tempat sajak terbakar (ode untuk perang)

Tuesday, August 1st, 2006

:untuk Baraa Habeeb, gadis 3 tahun, dan anak-anak lain yang mati di Lebanon

.

senja masih harum, sayang
seperti kenangan berbaring di bawah naungan cedar
ah, merah senja
semerah bara
api datang dari barat, sayang
memerahkan senja kita
.
mari sini, aku bacakan sajak-sajak tua
tentang penyair dan mawar al hani
sampai malam jadi benar-benar gelap
sampai luka tidak terasa

.
tunggulah
tunggulah, sayang
dalam kenangan berbaring di bawah naungan cedar
di tanah tempat sajak-sajak terbakar
.
ah, sajak-sajak tua
padahal kau sudah tau segala
betapa pagi tuhanmu datang mencium, sayang
menjemputmu bersegera
ah, bukit dan senja, kalian menari dalam hujan api
.
pergilah kini, dari tanah sang nabi
tempat dongeng-dongeng pernah disemai
tempat hujan berkilau dan langit kemilau
tempat kerisik daun dan nyanyian purba burung-burung surga
pergilah, sebelum harum senja meredup
harum mesiu, bau api
datang dari barat, memerahkan senja kita

.
tunggulah
tunggulah, sayang
dalam kenangan berbaring di bawah naungan cedar
di tanah tempat sajak-sajak terbakar

.

.

Depok, 08/06