Archive for January, 2006

Lazy September

Friday, January 27th, 2006

look what we’ve done

we’ve gone this far but what we’ve got?

you’re still crying like you were before

babe, maybe we pushed ourselves too hard

look outside,

rain is coming on this lazy September

there we were, once

the road was calm and wind was warm

but the sunset is not the same again

babe, I promise you I’ll be okay

but look outside,

rain is coming on this lazy September

I’ve never wanted to say goodbye

but to love is now to hurt both you and I

those dreams we used to share before

will still remain but they’re not the same no more

you’ve said this is wrong

this love supposed to be so strong

now you and I just a couple strangers

Babe, you know there’s no price I won’t pay

but look outside,

rain is still coming on this lazy September

tentang kematian itu, nanti

Thursday, January 5th, 2006

Canvasjpg nanti kalau kau sudah benar-benar siap, jangan lupa beritahu aku

dan aku berjanji kita akan melakukannya bersama-sama

atau kalau saat itu sampai dan aku belum juga punya nyali

aku akan duduk tenang-tenang melihat kau mengiriskan pisau itu

pelan-pelan ke nadimu

aku akan duduk tenang-tenang menunggui sampai kau benar-benar mati

,mungkin sambil menghisap beberapa batang rokok,

dan kita akan membicarakan hal-hal ringan

cocteau twins, barangkali? atau tom waits?

kita akan berbincang-bincang tentang senja, film-film, perempuan-perempuan,

apa saja

aku akan menungguimu dan kita akan membicarakan hal-hal ringan, 

sampai kau benar-benar mati

tapi sungguh, jauh dalam hati jika kau sudah benar-benar siap

aku ingin aku juga sudah memiliki keberanian seperti yang kau punya

dan kita akan melakukannya bersama-sama

,pasti akan sangat menyenangkan,

dengan seorang teman menjelang sebuah kematian yang dijemput dengan sadar

bukan sebuah pelarian, bukan sebuah kematian untuk dibanggakan karena kita tidak mati untuk jadi pahlawan

bukan untuk sebuah kemenangan atau kekalahan

hanya sebuah kematian

tidak dramatis

kita hanya mati saja

sebuah kematian yang akan kita jelang sambil berbincang-bincang

(memang mungkin baju kita akan sedikit kotor oleh darah yang keluar dari nadi yang terpotong, tapi kau tentu tidak akan keberatan

kan

?)

.

pada hari itu tidak akan ada smirnov, jim beam, bahkan tidak akan ada ganja

kita harus benar-benar sadar, begitu

kan

yang sudah kita putuskan?

karena tanpa kesadaran penuh, kematian yang kita jelang adalah sebuah ketololan

dan sebuah ketololan bukanlah sebuah kematian yang patut

bukan kematian yang pernah kita rencanakan

.

aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau tidak mengundangku pada hari kematianmu

aku akan menyumpahi kematianmu jika kau mati tanpa memberi tahu aku terlebih dahulu

karena aku juga pasti akan memberitahu kau jika aku sudah siap

karena kita sudah berjanji,

kan

?

pada saatnya kau (atau aku) akan menelfon, atau sebuah pesan singkat

“aku sudah siap, harinya sudah tiba”

dan kita akan mati bersama-sama

,pasti akan sangat menyenangkan,

.

mungkin kita akan mati pada senja yang merah tembaga

atau pagi hari

atau selewat tengah malam ketika anjing tidak lagi mengonggong

kapanpun

kapanpun jika waktunya sudah tiba

aku akan duduk tenang-tenang melihat kau mengiriskan pisau itu

pelan-pelan ke nadimu

dan kau akan melihat aku mengiriskan pisauku

pelan-pelan ke nadiku

lalu kita akan sama-sama menunggu

dan kita akan berbincang-bincang

ah, atau malah kita akan saling diam menikmati lagu masing-masing?

aku dengan laguku dan kau dengan lagumu

aku dengan lukaku dan kau dengan lukamu

sampai kau benar-benar mati

sampai aku benar-benar mati

,pasti akan sangat menyenangkan,

.

.

Depok, 2 Januari 2006