nanti kalau kau sudah benar-benar siap, jangan lupa beritahu aku
dan aku berjanji kita akan melakukannya bersama-sama
atau kalau saat itu sampai dan aku belum juga punya nyali
aku akan duduk tenang-tenang melihat kau mengiriskan pisau itu
pelan-pelan ke nadimu
aku akan duduk tenang-tenang menunggui sampai kau benar-benar mati
,mungkin sambil menghisap beberapa batang rokok,
dan kita akan membicarakan hal-hal ringan
cocteau twins, barangkali? atau tom waits?
kita akan berbincang-bincang tentang senja, film-film, perempuan-perempuan,
apa saja
aku akan menungguimu dan kita akan membicarakan hal-hal ringan,
sampai kau benar-benar mati
tapi sungguh, jauh dalam hati jika kau sudah benar-benar siap
aku ingin aku juga sudah memiliki keberanian seperti yang kau punya
dan kita akan melakukannya bersama-sama
,pasti akan sangat menyenangkan,
dengan seorang teman menjelang sebuah kematian yang dijemput dengan sadar
bukan sebuah pelarian, bukan sebuah kematian untuk dibanggakan karena kita tidak mati untuk jadi pahlawan
bukan untuk sebuah kemenangan atau kekalahan
hanya sebuah kematian
tidak dramatis
kita hanya mati saja
sebuah kematian yang akan kita jelang sambil berbincang-bincang
(memang mungkin baju kita akan sedikit kotor oleh darah yang keluar dari nadi yang terpotong, tapi kau tentu tidak akan keberatan
kan
?)
.
pada hari itu tidak akan ada smirnov, jim beam, bahkan tidak akan ada ganja
kita harus benar-benar sadar, begitu
kan
yang sudah kita putuskan?
karena tanpa kesadaran penuh, kematian yang kita jelang adalah sebuah ketololan
dan sebuah ketololan bukanlah sebuah kematian yang patut
bukan kematian yang pernah kita rencanakan
.
aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau tidak mengundangku pada hari kematianmu
aku akan menyumpahi kematianmu jika kau mati tanpa memberi tahu aku terlebih dahulu
karena aku juga pasti akan memberitahu kau jika aku sudah siap
karena kita sudah berjanji,
kan
?
pada saatnya kau (atau aku) akan menelfon, atau sebuah pesan singkat
“aku sudah siap, harinya sudah tiba”
dan kita akan mati bersama-sama
,pasti akan sangat menyenangkan,
.
mungkin kita akan mati pada senja yang merah tembaga
atau pagi hari
atau selewat tengah malam ketika anjing tidak lagi mengonggong
kapanpun
kapanpun jika waktunya sudah tiba
aku akan duduk tenang-tenang melihat kau mengiriskan pisau itu
pelan-pelan ke nadimu
dan kau akan melihat aku mengiriskan pisauku
pelan-pelan ke nadiku
lalu kita akan sama-sama menunggu
dan kita akan berbincang-bincang
ah, atau malah kita akan saling diam menikmati lagu masing-masing?
aku dengan laguku dan kau dengan lagumu
aku dengan lukaku dan kau dengan lukamu
sampai kau benar-benar mati
sampai aku benar-benar mati
,pasti akan sangat menyenangkan,
.
.
Depok, 2 Januari 2006